Tradisi Makanan dan Minum Masyarakat Aceh
Makanan pokok masyarakat Aceh adalah nasi. Perbedaan yang cukup mencolok di dalam tradisi makan dan minum masyarakat Aceh dengan rakyat Indonesia lainnya adalah pada pendamping nasi atau yang biasa disebut dengan lauk-pauk. Lauk-pauk yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat aceh cenderung spesifik dimana lebih mnyerupai masakan India, tentunya berbeda dengan masyarakat jawa. Misalnya hanya mengkonsumsi tempe saja tanpa ada lauk-pauk lain. Di Aceh, biasanya seseorang makan tidak hanya di temani satu jenis lauk saja, melainkan sampai dua atau tiga jenis lauk.
Lauk-lauk utama masyarakat Aceh dapat berupa ikan, daging (kambing/sapi). Masakan khas Aceh yang sulit ditemukan di daerah lain antara lain adalah gulai kambing (kari kambing) sie reboih, keumamah, eungkot paya, mie Aceh, dan martabak. Martabak pun sudah di modifikasi sedemikian rupa sehingga di masing-masing daerah dengan rasa yang berbeda. Selain mengkonsumsi nasi putih, nasi gurih yang biasa dimakan oleh sebagian besar masyarakat Aceh dipagi hari merupakan ciri khas tertentu. Sedangkan dalam tradisi minum, masyarakat Aceh adalah kopi. Bahkan kopi gayo yang mentereng ke seluruh dunia.
Berikut saya menampilkan video bagaimana masyarakat aceh menikmati secangkir kopi ditemani dengan nasi gurih di warung-warung kopi
Oleh karena itu, tak megherankan apabila dipagi hari warung-warung kopi di Aceh penuh. Di sana ada sosok masyarakat yang sedang menikmati makan pagi dengan nasi gurih, ketan/pelut dan ditemani secangkir minuman khas, Yah.. Kopi.
Gambar: Peulot Aceh
Berikut saya menampilkan video bagaimana masyarakat aceh menikmati secangkir kopi ditemani dengan nasi gurih di warung-warung kopi
Oleh karena itu, tak megherankan apabila dipagi hari warung-warung kopi di Aceh penuh. Di sana ada sosok masyarakat yang sedang menikmati makan pagi dengan nasi gurih, ketan/pelut dan ditemani secangkir minuman khas, Yah.. Kopi.
0 komentar:
Posting Komentar